Screenshot

Tempe Koalisi Es Krim

Oleh: Taufan S Chandranegara, praktisi seni, penulis.

Ketika awal mula dongeng tertulis di sana sarat pesan pertumbuhan benih biji pohon agar tumbuh rindang memberi oksigen. Merona hutan-hutan tropis maupun non tropis. Terpelihara baik natural penghijau ekosistem, menyemarakkan wajah bumi terkomposisi biru laut warna langit meliuk-liuk garis sungai-sungai geometris.

Menghias wajah bumi, terpandang indah, terpampang biru bola bumi sejuk pesan sampai kepada pemandangan penikmat estetis fitrah Sang Pencipta. Ketika rasa syukur bersemayam di nurani, terasa surga dunia sungguh memberi hikmah keagungan estetika tak sekadar komposisi plagiat perupaan.

Lantas pertanyaan non politis mungkin tersirat.; Siapa manusia kini menuuju akan datang. Di antara maraknya budi daya berpikir sebagaimana tugas kewajiban masing-masing makhluk manusia pemilik keluhuran budi pekerti. Benar-salah. Boleh atau tidak, seterusnya di ranah perjalanan bertahan dari persuasi kemodernan.

Tergencet. Terbanting. Jungkir balik hingga lintang pukang. Benarkah telah berhadapan dengan hakikat ujian kehidupan sesungguhnya. Belum; entah menurut anda. Tolok ukurnya sederhana.; Basmi korupsi-tak perlu riset menggunakan anggaran formal berakibat politis melangsirkan bibit korupsi tak jua mampu mereda. Kenapa?

Sila bertanya; kalau berani-ke lembaga formal penanggung jawab pengembangan sebuah negeri, bertemulah filosofi dari rakyat untuk rakyat.; Sudahkah benar tersahih. Enggak tahu deh. Kalau mau menilik seberapa besar tingkat korupsi kelas negara, menurun tajam; bukan grafik menurun tumpul loh ya. Ehem.

Seyogyanya sebuah negeri di atas lautan secara meyakinkan formal berbangga hati.; Korupsi tuntas bernas terbasmi hingga nol persen. Jreng! Memakai ‘Jreng saja’ tak usah memakai ‘Gong berkilat emas’ terlalu mewah. Sederhana saja meyakinkan.; Basmi korupsi tuntas. Top.

Mimpi nih ya.; Jika terjadi korupsi terbasmi tuntas bersih bening, mungkin itu artinya.; Sebuah negeri bugar berseri bahagia merata. Doa kemaslahatan dipanjatkan bagi negeri jujur berbudi.; Semoga revolusi mental bukan slogan receh.; Benar-benar berani membasmi korupsi tuntas.

“Gong! Semoga benar-benar berani.”

***

Jakartasatu, Juni 25, 2024.
Salam NKRI Pancasila. Banyak kebaikan setiap hari.