Bandung Paris van Java dan Kenangan

Oleh: Taufan S. Chandranegara, praktisi seni, penulis

Bandung-Paris van Java, kota kenangan pemberi ilham rangkaian prosa-puisi. Kota mode, gayahidup, untaian kegembiraan. Pusat musik para muda kreatif, takkan terlupakan.

Kota perjuangan Bandung Lautan Api. Mohamad Toha, bersama rekannya Mohamad Ramdan, berhasil meledakkan gudang persenjataan milik militer Jepang di daerah Dayeuh Kolot, dalam misi itu keduanya gugur. Kini monumen kenangan Bandung Lautan Api, berdiri kokoh di kawasan Lapangan Tegallega.

Ada banyak kenangan bagi banyak orang, mungkin. Entah kenapa Kota Bandung bagai magnet, betah mondarmandir sekadar minum kopi bersama sahabat, bernyanyi, bermusik, bermode, melepas rindu, membuat kenangan penuh cinta, sejak hamba kenal Bandung di era 1970an hingga di usia hamba kini.

Singkatnya Bandung kota cinta bunga Flamboyan, kenangan tertulis syair lagu Bimbo.

Bunga Flamboyan

Iwan Abdulrachman

Senja itu

Flamboyan berguguran

Seorang dara memandang

Terpukau …

Satu-satu

Daunnya berjatuhan

Berserakan di pangkuan bumi

Bunga flamboyan itu diraihnya

Wajahnya terlihat sayu

Flamboyan berguguran

Berjatuhan, berserakan

Sejak itu sang dara berharapkan

Esok lusa kan bersemi kembali

Cantiknya syair susastra Abah Iwan Abdulrachman, guru sang zaman, khususnya Kota Bandung, segala usia. Dia adalah musik, pencinta alam, pendiri Wanadri (1967) penulis susastra liris, lagu Bunga Flamboyan, Melati dari Jaya Giri, Bulan Merah.

Abah Iwan Abdulrachman-Sang Dwiwarna, menuju tujuh puncak tertinggi dunia, antara lain Cartenz, Kilimanjaro, tentara sejati bagi lingkungan, pegunungan. Di hatinya, puisi-komitmen kebangsaan.

Sam, Acil, Jaka, Iin Parlina, menyatu syair puitis musik balada Bimbo. Ada, top band Bandung, The Rollies, bermusik dalam rock, soul funk, pop, di tengah musik cadas dunia, lantas ada pula , art rock, musik progresif, Giant Step-Benny Soebardja. Bandung, menjadi tolok ukur pertumbuhan, musik papan atas negeri ini, di dukung pemberitaan Majalah Aktuil, media Pop Musik terpopuler kala itu.

Ketika era Repelita-Pemerintahan Presiden RI ke-2 Soeharto. Meskipun izin pertunjukan amat ketat, namun roda kemodernan seni pertunjukan, khususnya musik, mode, berkembang pesat. Barangkali bisa dibilang terobosan kemodernan musik, juga mode.

Bandung-Paris van Java, dari lampau hingga sekarang, tak jauh beda, banyak kesetiaan di sana, kompak, seni-bersatu. Masyarakat seluruh pencinta Kota Bandung, terus menyatukan salam kelingking. Tak henti mengobarkan semangat juang sejarah, Bandung Lautan Api.

Banyak kenangan jernih, alam senantiasa memeluk penuh cinta. Kebijaksanaan di setiap inci perencanaan pengembangan kota, pertumbuhan pepohonan terus lestari. Flamboyan, semakin berseri semerah bungabunga bermekaran di tamanhati. Salam baik saudaraku.

***

Jabodetabek Indonesia, Agustus 12, 2024.

Salam NKRI Pancasila. Banyak kebaikan setiap hari.