Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Raih Kemenangan, Kalahkan Oligarki PIK-2 & Penindas Rakyat
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat
Koordinator Tim Advokasi Melawan Oligarki Rakus Perampas Tanah Rakyat (TA-MOR-PTR)
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أكْبَرُ وَ لِلَّهِ الْحَمْد
Bismillah,
Akhirnya kita sampai juga diujung waktu ujian kesabaran, ujian keimanan dan ketaatan, ujian yang semoga mengantarkan derajat kita sebagai manusia yang bertaqwa. Ya, satu bulan penuh kita telah menunaikan puasa Ramadhan, menahan lapar dan dahaga, menahan diri untuk tidak lelah dan mengambil rehat, dalam jihad perjuangan melawan kezaliman, khususnya kezaliman dari Oligarki Rakus Perampas Tanah Rakyat di Banten.
Kenapa disebut rakus? Karena Oligarki ini sudah kaya raya, namun kekayaannya tak membuatnya merasa cukup, bahkan terus menumpuk harta dengan cara yang zalim, merampas tanah rakyat.
Meminjam terminologi rakus yang dipopulerkan oleh Nelayan Kholid, rakus itu seperti ‘jurang tak bertepi’. Jadi, apapun yang dilemparkan ke jurang itu, tak akan mampu memenuhi dan mengurugnya (menutupnya). Karena, jurang itu tak bertepi (tak memiliki dasar).
Oligarki Rakus Perampas Tanah Rakyat juga demikian. Andaikan, seluruh isi bumi dikumpulkan lalu disumpalkan ke mulutnya, niscaya mulutnya tetap mengangga, tanda tak ada puasnya.
Kerakusan Oligarki PIK-2, telah melahap Tanah Rakyat Banten, baik di darat, sungai dan di laut. Tak cukup membangun industri di daratan, dengan modal pembebasan Rp. 50.000/meter dan dijual Rp. 30 juta/meter, Oligarki PIK-2 juga hendak melahap wilayah laut untuk dijadikan asas membangun industri properti.
Untung saja, rencana jahat mereka ketahuan, pagar laut dan sertifikat laut ramai diperbincangkan, sehingga rencana mereka sementara tertunda.
Kenapa disebut tertunda? Karena masalah pagar laut dan sertifikat laut ini belum sepenuhnya diusut tuntas. Ada semacam skenario jahat untuk menyelamatkan kepentingan bisnis Aguan, dan menumpahkan seluruh masalah kepada Arsin Kades Kohod.
Itulah, sekelumit perjuangan kita yang tak pernah rehat mesti saat Ramadhan tiba. Dan insyaAllah, pasca Idul Fitri ini kita akan gaungkan perjuangan lebih masif lagi.
Terlepas dari semua itu, untuk waktu yang spesial, di Hari Raya Idul Fitri ini, penulis ingin menikmati suasana Idul Fitri dan mengunyahnya untuk waktu yang cukup, sebelum akhirnya ditelan untuk dinikmati dengan rasa syukur yang tak terkira.
Dalam momentum Idul Fitri ini, secara Khusus penulis ingin sampaikan ucapan lebaran sekaligus penyampaian permohonan maaf yang sebesar-besarnya, yang penulis tujukan kepada:
Pertama, Para Prinsipal Penggugat yang memberikan amanah (kuasa) kepada penulis dan TA-MOR-PTR, dalam ikhtiar untuk melawan kezaliman Oligarki PIK-2. Ada dari Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), yang dipimpin Bu Menuk Wulandari, ada juga dari Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) yang dipimpin oleh Kolonel Purn TNI Sugeng Waras.
Didalamnya, juga ada nama-nama seperti EDY MULYADI, H. M. RIZAL FADILLAH, SH, IDA NURHAIDA KUSDIANTI, HILDA MELVINAWATI, R. RACHMADI, HARLITA JULIASTUTI K, SANDRAWATI, SUYANTI, IDA SAIDAH, TUTI SURTIATI, BRIGJEN TNI (PURN) R. KUN PRIYAMBODOKOLONEL TNI (PURN) MUH NUR SAMAN, SE, MSI, KOLONEL TNI (PURN) DIDI ROHENDI, KOLONEL TNI (PURN) ACHMAD ROMZAN, KOLONEL TNI (PURN) ROCHMAD SUHADJI, SH, MH, KOLONEL TNI (PURN) DRG DRAJAT MULYA H.F., KOLONEL TNI (PUR) IWAN BARLI SETIAWAN dan KOLONEL TNI (PURN) ALAN SAHARI HARAHAP.
Juga seluruh tim yang terlibat dalam setiap sidang di PN Jakarta Pusat, yang namanya tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, tanpa mengurangi rasa hormat.
Kedua, sejumlah tokoh dan ulama, baik dari Purnawirawan TNI maupun sipil. Ada Mayjen TNI Purn Soenarko, Mayjend TNI Purn Syamsu Djalal, Laksamana Slamet Subiyanto, Bang Muhammad Said Didu, Bang Marwan Batubara, Rekan Ghufroni, Sultan Banten Ratu Tubagus Bambang Wisanggeni Soeryadjaya, KH Tb Fathul Adzim Khatib, KH Embay Mulya Syarif, Bang Makmun Muzakki, Pak Ismet, dll.
Keempat, para aktivis seperjuangan, ada Nelayan Kholid, Kang Mahesa, Kang Iwan Darmawan, Pak Heri, Bung Iqbal, Imawan Rizki, Bang Kurtubi, Bang Hambali, Pak Misri, Pak Komar, Haji Ghani, Bang Jufri Salim, Bang Zaki, Bu Dr Julia Satari, Bu Wati, Bu Jatiningsih, Bu Dhio, dll.
Ketiga, para aktivis media, baik YouTuber, tiktoker, media online, juga sejumlah Wartawan yang berkenan dan selalu setia mengamplifikasi narasi perjuangan kami melawan kezaliman proyek PIK-2. Ada Mba Yasmin Mumtaz, Bang Refly Harun, Bang Abraham Samad, Bang Bambang Widjojanto, Mba Rahma Sarita, Bang Suwardi Rosadi, Bang Darmawan Sepriyossa, ada juga Media Satu Indonesia, Jakarta Satu, Suara Nasional, Semut Ibrahim dll. Channel YouTube seperti Realita TV, Diskursus Net, Abraham Samad Speak Up, RH Channel, Suara Keadilan TV, Mimbar Tube, Anti Oligarki, Salwa Media Channel, Assie Channel, OneKOne Channel, Popole tv, langkah Anies, dan masih banyak lagi.
Secara umum juga kami sampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh rakyat Indonesia, seluruh Netizen yang membersamai dan mendukung perjuangan kami, mohon dimaafkan atas segala khilaf.
Teruntuk, kepada Rekan Sejawat yang ada di TA-MOR-PTR, yaitu:
1. Bu KURNIA TRI ROYANI, S.H.
2. Bang JUJU PURWANTORO, S.H., M.H.
3. Bang MEIDY JUNIARTO, S.H., CLA
4. Rekan CHAIRIL ANWAR SILALAHI, S.H.
5. Bang AZAM KHAN, S.H.
6. Rekan FITRANSYAH DELLY A., S.H.
7. Bu UNTUNG SUSIASIH, S.H. M.H.
8. Rekan KARTIKA PERDANA SARI, S.H.
9. Bang Dr. (C) MUHAMMAD IRAYADI, S.H., M.H.
10. Bang KONANANG FAHRUR, S.H., M.H.
11. Bang Dr. (C) SUGENG MARTONO, S.H., M.H.
12. Rekan AHMAD SYARIFUDIN, S.H.
13. Rekan DEDE LUKMAN, S.H.
14. Rekan SORAYA, S.H., M.H.
15. Bang Dr. HERMAN KADIR, S.H., M.Hum
16. Bang YASIN, S.H.
17. Bang ALAN SAHAR HARAHAP, S.H., M.H.
18. Bang MUHTAR EFENDI, S.H.
19. Bang ASPARDI PILIANG, S.H. dan
20. Bang MUHAMMAD SYAMSIR JALIL, S.H., M.H.
Alhamdulillah, meski tim dibentuk secara ad hock dan super kilat, namun Alhamdulillah kita dapat bersinergi dan saling melengkapi. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam mengkoordinir tim banyak kurang dan khilafnya.
Selanjutnya, dalam waktu dekat ini, sambil menunggu jadwal sidang dilakukan secara offline, ada sejumlah agenda sebagai berikut:
1. Silaturahmi Syawal ke Kediaman Tokoh Banten KH Embay Mulya Syarif, pada Sabtu tanggal 5 April 2025.
2. Silaturahmi Syawal ke tokoh dan ulama Bandung, pada Sabtu tanggal 19 April 2025.
InsyaAllh, sedang disusun agenda perjuangan lainnya. Semoga, semua sehat dan bahagia bersama keluarga, bahkan yang berkesempatan mudik semoga diberi keselamatan berangkat dan pulang kembali ke Medan perjuangan di Jakarta.
Akhirnya, penulis ucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, mohon maaf lahir dan batin. [].