TAKBIR MEMBANGKITKAN JIWA ORANG BERIMAN
Mohammad Rosyad
Ketua Majelis Kajian dan Pengembangan Dakwah Jakarta
Setelah berakhirnya bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan bertakbir. Sesuai firman Allah di penghujung ayat 185 surat Al Baqoroh:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Berdasarkan ayat tersebut umat Islam menyemarakkan Idul Fithri dengan takbir.
Takbir adalah ucapan Allahu Akbar” (اللهُ أَكْبَرُ) yang berarti “Allah Maha besar”.Takbir merupakan bentuk pengagungan terhadap Allah. Pada hakekatnya setiap saat akan terdengar ucapan takbir
Muadzin mengawali panggilan sholat dengan ucapan takbir. Ucapan takbir ini tidak pernah putus selama dunia berputar. Selesai adzan di Jakarta tanpa jeda sudah ada adzan di Tangerang. Selesai di Tangerang terdengar lagi adzan di Serang dan seterusnya.
Ketika mengawali sholat juga dimulai dengan takbir dan setiap berpindah gerakan juga bertakbir. Dalam sehari semalam seorang muslim tidak kurang dari 85 kali mengucapkan takbir
Sehingga pada hakekatnya lafaz takbir adalah kata yang tidak bisa lepas dari kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu tidak ada yang bisa melarang berkumandangnya takbir.
Menurut kesimpulan para ulama kata “Allahu Akbar” memiliki makna yang mendalam, antara lain:
1. Penetapan akan keagungan atau kebesaran Allah
Di dalam Surat Di dalam Surat Al-Haqqah ayat 52 Allah berfirman “Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung”
2. Pengakuan akan kekuasaan Allah yang tanpa batas.
Di dalam Surat Al-Ma’idah ayat 120 Allah berfirman:
“Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
3. Meyakini bahwa tidak ada sesuatu yang lebih besar dan lebih agung dari Allah.
Ketika seorang muslim menyadari kedalaman makna takbir akan terasa sesuatu berbeda dalam dirinya. Takbir bisa menjadi sumber kekuatan spiritual karena menjadikan Allah tempat bersandar.
Bangsa Indonesia pernah punya pengalaman yang membuktikan bahwa takbir menjadi sumber kekuatan spiritual. Dalam pertempuran di Surabaya melawan penjajah, para pejuang mengumandangkan takbir sehingga bisa meraih kemenangan.
Takbir seharusnya tidak hanya di lisan tetapi juga merasuk ke dalam kalbu. Ketika kalbunya turut bertakbir yang teringat adalah perintah dan larangan Allah Yang Maha besar. Ketika kalbunya ikut bertakbir dia merasakan bahwa sesama hamba Allah adalah bersaudara
Ketika kalbunya bertakbir dia akan berusaha menebar manfaat sebagaimana Allah menebarkan rahmat-Nya kepada alam semesta.
Momentum Idul Fithri dengan gema takbirnya kita jadikan sarana membangkitkan kaum muslimin agar bisa menjadi lebih baik. Sebagai inspirasi perkataan Dr. Mustafa Ash Siba’i salah seorang ulama Suriah bisa menjadi bahan renungan.
لو كَبَّرت قلوب المسلمين كما تكبر ألسنتهم بالعيد، لغيّروا وجه التاريخ،
ولو اجتمعوا دائماً كما يجتمعون لصلاة العيد، لهزموا جحافل الأعداء،
ولو تصافحت نفوسهم كما تتصافح أيديهم، لقضوا على عوامل الفرقة،
ولو تبسمت أرواحهم كما تتبسم شفاههم، لكانوا مع أهل السماء،
ولو ضحوا بأنانيتهم كما يضحون بأنعامهم، لكانت كل أيامهم أعياداً،
ولو لبسوا أكمل الأخلاق كما يلبسون أفخر الثياب، لكانوا أجمل أمه على ظهر الأرض.
((د. مصطفى السباعي ))
“Sekiranya hati kaum muslimin bertakbir seperti bertakbirnya mereka pada setiap Hari Raya , pasti sejarah akan berubah”
“Sekiranya mereka bersatu seperti bersatunya pada saat menjalankan sholat Ied, pasti mereka akan mampu mengalahkan pasukan musuh yang paling kuat”
“Sekiranya jiwa mereka merapat seperti merapatnya tangan ketika berjabat tangan, maka tidak ada perpecahan di kalangan kaum muslimin”
“Dan sekiranya jiwa-jiwa mereka tersenyum seperti bibir mereka ketika tersenyum, maka mereka akan Bersama-sama menjadi penduduk surga.”
“Sekiranya mereka mau mengorbankan rasa egois mereka seperti mereka mengorbankan hewan ternak mereka, maka setiap akan bergembira seperti di waktu hari raya”
“Sekiranya mereka mengenakan pakaian akhlak mulia, sebagaimana mereka menggunakan pakaian terindah di hari raya, maka mereka kan menjadi ummat yang paling dibanggakan di muka bumi