Laporan EKSKLUSIF: Argo Pantes dan Ada Blanko Kosong Wasiat Haji Musa, Bagaimana Pak The Ning King? (Bagian 5 dari 5 Bagian-Selesai)

0
3201
Daftar Salinan Akta-akta Notaris a/n Almarhum H Musa Ada sekitar 163 data tahun 1996/dokJKST

JAKARTASATU.COM – Nama Haji Musa adalah fenomena, dan dia memberikan banyak kontribusi buat bangsa Indonesia dalam dunia pertekstilan. Haji Musa adalah mantan wartawan dan juga sebagai pengusaha Pribumi, tidak mungkin bisa dilupakan begitu saja. Haji Musa membangun kemajuan Argo Pantes (Argo Manunggal). Begitu banyak jasanya ia dalam perusahaan itu. Ada daftar asset di lebih dari 160an Asset, sejak dia meninggal 1996 dan inilah yang saat ini sedang dipertanyakan ahli waris yaitu anaknya Haji Musa, Rizal Musa.

Rizal sedang bertanya bahwa harta peninggalan ayahnya kini sedang dipertayakan ke The Ning King, namun belum dapat jawaban yang jelas. The Ning King adalah oengusaha berusia 88 tahun ia masuk daftar orang kaya di Indonesia versi majalah Forbes tahun 2018, namanya berada di urutan ke-48.

Pada 1961 Haji Musa, dia berhasil mendirikan pabrik tekstil pertama bersama The Ning King. Sebelas tahun kemudian, 12 Juli 1977, Ning King dan Haji Musa mendirikan PT Argo Pantes yang kemudian berubah jadi PT Argo Pantes Tbk. pada tahun 1991.

Rizal Musa saat diwawancara

Tercatat, PT Argo Pantes Tbk. tergabung dalam kelompok usaha Grup Argo Manunggal. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Argo Pantes Tbk. antara lain PT Dharma Manunggal (pengendali) yang memiliki 29,35% saham; The Ning King (10,08%); Maximus Capital Pte Ltd (8,18%), dan; PT Manunggal Prime Development (7,06%).

Awal mula berkongsi Pak Haji Musa ke tuan Thio Poe Tju yaitu PT Dampo yang bergerak di bidang Agribisnis, Tembakau, Karet dan suplier mangkok getah karet. Jadi jelasnya sebenarnya Musa saya tidak modal nol dalam berbisnis dan ia sudah punya visi kedepan. Bisnis yang ia geluti saat ini begitu marak dan seksi.

Di Ibukota Jakarta inilah nasib akhirnya menentukan Musa dari wartawan hijrah profesi menjadi pengusaha. “Itu perjuangan Bapak dan kehendak Allah semua itu,” ujar putra laki-laki Haji Musa saat berdialog dengan redaksi di bilangan Panglima Polim Jakarta Selatan, (13/8/2019) malam.

Dikatakan Rizal bahwa kini ahli waris Haji Musa sedang mempertanyakan bahwa ada blanko kosong. “Nah Blanko kosong ini ada tanda tangan bapak saya, jadi ini semacam wasiat,” ujar Rizal lagi.

Kalau dilihat dari anggaran dasar perusahaannya, ruang lingkup kegiatan usaha ARGO meliputi bidang manufaktur produk tekstil. Kegiatan utamanya adalah berusaha di bidang industri tekstil terpadu, dengan memproduksi tekstil berbahan dasar yang terbuat dari katun dan katun campuran (campuran kapas dan polyester) yang menghasilkan produk benang sampai kain.

Wisma Argo Manunggal Jalan Jend. Gatot Subroto Jakarta / RI/JKST

Beredar sudah bahwa kabarnya, The Ning King adalah seorang konglomerat yang dermawan. Perusahaan konglomerasinya pernah memberi dana tanggung jawab sosial perusahaan lebih dari Rp 150 miliar. Tapi sang konglomerat ini ternaya punya sisi gelap dengan Haji Musa sehingga keluarga Ahli waris H Musa kini mempertanyakan hartanya di Argo Pantes.

Hal ini terungkap bahwa bagi keluarga Haji Musa, apa yang dimuat di media massa soal The Ning King tersebut tak lebih sebagai upaya manipulatif informasi. “Seperti ada nafsu serakah dirinya dalam mengangkangi gunungan harta dari usaha yang dirintis dan dijalankan Haji Musa sajak 1961, yang kemudian membuat The Ning King berjaya dalam berbisnis,” ujar Rizal lagi.

Setidaknya Rizal yang saat ini sedang ungkap jejak sejarah bapaknya kini mencari Asset Bapaknya. Bahkan, Rizal pernah melaporkan sejumlah data Notaris yang manipulatif ke polisi yang ada sakutan dengan usaha ayahnya. Namun soal pemalsuan surat dan keterangan palsu yang diduga terkait The Naing King.

Entah kenapa, laporan Rizal mentok. Bahkan ada yang di SP3. “Bahkan sampai sekarang tak pernah ditindaklanjuti polisi, secara serius,” ujar Rizal kepada kami di bilangan Blok M Jakarta Selatan pekan lalu. The Ning King, menurut penuturan Rizal sejumlah data saya pegang. Bahkan ada wasiat dan juga sejumlah bukti yang jelas. Pak Ning King ditanya dia selalu ada alasannya, bebernya.

Daftar Salinan Akta-akta Notaris a/n Almarhum H Musa Ada sekitar 163 data tahun 1996/dokJKST

Masih kata Rizal kini keluarga Haji Musa bahkan ingin minta konfirmasi tentang asset Pak haji Musa di Group Argo Pantes itu, sebagai anak ahli waris banyak keganjilan terutama sejumlah data yang dibuat oleh notaris yang semua kami pegang. Daftar Salinan Akta-akta Notaris a/n Almarhum H Musa Ada sekita 163 data, yang lebih bikin aneh pada tahun 1996 “Ada surat yang ditandatangani pada tanggal 31 Mei sebanyak 6 surat ini sangat ganjil,” ujar Rizal Musa ahli waris Haji Musa.

Kami pegang semua dan kami ingin minta konfirmasi pak The Ning King namun tak pernah menemukan jawaban yang pasti. Keganjilan lainnya misalnya masa keluarga Haji Musa yang ada Yayasan Haji Musa Foundation nya dalam sebuah akta Notaris, ini aneh sekali ada kata Yayasan tapi ada Foundation-nya ini ada akta Notarisnya yang dibuatkan dengan notaris yang sama,” jelasnya.

Rizal bahkan menuturkan bahwa kini keluarga Haji Musa mempertanyakan semua ke The Ning King bukankah Haji Musa sejak dulu berpartner sejak dulu sukses berbisnis tekstil lewat Daya Manunggal atau Damatex di Salatiga dan Argo Pantes di Tangerang dan Bekasi.

Bahkan makin pesat mengerjakan bersama Nippon Steel, Nippon Kokan Marubeni, dan Mitsui dari Jepang. Untuk mengembangkan bisnis tekstil, kerja sama dengan Marubeni, Mitsui Toray, Kuraray, dan Kurabon. Ini pernah fenomena karyawan melonjak tajam sampai 12.000 orang.

The Ning King bersama Haji Musa /dok Kel Haji Musa

“Bapak saya dengan Pak The Ning King sejak di gang Jalan Pintu Kecil 38 Jakarta Pusat, lalu ke Otista Jakarta Timur, dan lalu kini Pak King di Simprug Jakarta Selatan sedang kami di Pejaten, sebagai ahli waris kami akan terus pertanyakan asset kami,” ungkapnya.

Ini sebuah penguburan sejarah, jelas Rizal kepada Redaksi. “Ada seakan penguburan sejarah soal Bapak saya (Haji Musa Saehe) atas membangun PT Argo Pantes paska ia meninggal 1996,” beber Rizal yang merasa tidak puas. 

Sebenarnya Rizal Musa tak pernah bikin masalah, cuma ingin meminta konfirmasi ke The Ning King bahwa ada wasiat Haji Musa soal PT Argo Pantes, dimana Haji Musa dulunya adalah CEO atau Direktur Utama group PT Argo Pantes. 

Pada Jumat (9 Agustus 2019) kami lewat sumber di dalam dan pihak Rizal Musa sempat di undang oleh Pak The Ning King untuk bisa berjumpa.

Namun, saat tim Riza Musa datang yang mengakunya atas informasi Melissa Sekretaris Pak The Ning King, namun saat tim Rizal Musa hadir di lantai 3 Gedung Wisma Argo Manunggal Jalan Jend. Gatot Subroto Jakarta, The Ning King tidak ada.

Padahal Rizal sudah siap untuk berjumpa. “Jadi ini percuma kita datang ke kantor Argo Pantes makanya pertanyaan Rizal Musa ke The Ning King sampai ini belum beres,” ujar sumber kami.  Saat itu di kantor The Ning King yang menerima kami adalah Tim Hukum Argo Pantes, yaitu Petra Tanugraha dan Jono juga ada Roy salah satu staff Argo Pantes pun diam.

(TAMAT) 

TIM REDAKSI – ATA/TNS/HER/BI & RNZ

Facebook Comments