Tokoh Islam Ditolak di Hongkong: Pola Kerja Intelijen dan Kebencian kepada Islam

1511

JAKARTASATU– Ditolaknya salah satu pemuka agama Islam, yakni Abdul Somad dalam acara dakwahnya membuat Wakil Ketua DPR RI angkat suara. Adalah Fahri Hamzah yang sontak memberikan respon terkait penolakan di Hongkong tersebut.

Menurutnya, apa yang dialami oleh ustadz Abdul Somad tersebut masih ada kaitannya dengan kerja intelijen. Bahkan Fahri menduga bahwa penolakan itu disegaja untuk memancing umat Islam agar bertindak di luar kepatutan. Berikut cuitan Fahri di akun Twitter pribadinya, Sabtu, 23 Desember 2017:

Dugaan saya, ini sisa-sisa jaringan intelijen #WarOnTerror yang kerjaanya gitulah. Mereka gak sadar kalau jamaah Ustadz yang ditolak masuk bisa jadi radikal. Atau mereka sengaja membuat orang Islam radikal supaya gampang ditumpas.

Teman-teman BMI Hongkong waspadalah! #UstadzAbdulShomad akan jadi ulama besar. Semoga sabar menghadapi ujian. Ini fase yang harus dilalui. Pendengar dan murid beliau takkan berkurang tapi bertambah. Barokallah ya Ustadz, maju terus.

Ini tanda2 baik bagi perkembangan Islam ke depan. Amin.  Tapi memang saking jahilnya (bodohnya) soal agama Islam, jangankan orang Hongkong yang jauh, orang kita sendiri banyak juga yang jahil. #UstadzAbdulShomad menurut saya sangat berterus terang dalam dakwah. Beliau apa adanya. Bahasanya tidak ada eufimisme yang bohong. Tapi jangan pertanyakan beliau soal bahasa.

Beliau berbahasa Melayu yang sangat enak didengar. Sebagai orang Melayu karena itulah beliau berbahasa Indonesia yang baik dan benar. #UstadzAbdulShomad adalah guru dalam banyak hal. Waktu akan mengisahkan. Suatu hari, tidak saja Hongkong tapi seluruh dunia akan menyambut dakwah beliau.

Indonesia harus berbangga punya ulama sekelas #UstadzAbdulShomad yang akan terus menjadi idola masyarakat. Barokallah. Sebelumnya dia ditolak atau dideportasi lantaran dituding macam-macam seperti teroris. Dia akhirnya dipulangkanpaksa oleh pihak Hongkong. Dia juga sempat memberikan keterangan atau kronologis sebab ditolak. RI